Dashboard Analisis Penelitian

Visualisasi data berdasarkan instrumen Kapasitas, Budaya, dan Tata Kelola.

Total Responden:
80
3.95
Arah Positif (Skor Ideal: 5)
2.36
Arah Negatif (Skor Ideal: 1)
2.61
Arah Negatif (Skor Ideal: 1)
4.07
Arah Positif (Skor Ideal: 5)
Interpretasi Visualisasi Data: Berdasarkan ringkasan di atas, variabel Kapasitas Manajerial (X1) menunjukkan skor rata-rata 3.95 dan Kualitas Pelaporan (Y) sebesar 4.07, yang mengindikasikan kecenderungan positif (mendekati skor ideal 5). Sebaliknya, Tekanan Budaya (X2) dan Kelemahan Tata Kelola (X3) mencatatkan rata-rata masing-masing 2.36 dan 2.61. Keduanya dievaluasi dengan arah terbalik (skor ideal 1), yang berarti semakin rendah skornya, semakin sedikit hambatan yang dirasakan oleh responden terkait budaya dan tata kelola di lingkungan BUMDesa.

Sebaran Responden per Kabupaten

Kabupaten/Kota Frekuensi (N) Persentase (%)
Kabupaten Mojokerto 80 100%
Total 80 100%

Sebaran Responden per Jabatan

Jabatan Frekuensi (N) Persentase (%)
Bendahara 11 13.8%
Direktur 36 45%
Lainnya 8 10%
Pengawas 8 10%
Sekretaris 8 10%
Staff 9 11.3%
Total 80 100%

Sebaran Responden per Pendidikan

Pendidikan Terakhir Frekuensi (N) Persentase (%)
Diploma 6 7.5%
S1 30 37.5%
S2 9 11.3%
S3 7 8.8%
SD 5 6.3%
SMA/SMK 18 22.5%
SMP 5 6.3%
Total 80 100%

Pernah Mengikuti Pelatihan

Jawaban Frekuensi (N) Persentase (%)
Ya 56 70%
Tidak 24 30%
Total 80 100%

Menggunakan Aplikasi

Jawaban Frekuensi (N) Persentase (%)
Ya 54 67.5%
Tidak 26 32.5%
Total 80 100%

Frekuensi Pelatihan

Frekuensi Pelatihan Frekuensi (N) Persentase (%)
1 kali 28 35%
2 sampai 3 kali 19 23.8%
Lebih dari 3 kali 14 17.5%
Tidak pernah 19 23.8%
Total 80 100%

Radar Perbandingan Variabel

Rincian Skor per Butir Pernyataan

Tabel 1: Statistik Deskriptif Variabel & Indikator Penelitian

Menampilkan jumlah sampel (N), nilai minimum (Min), nilai maksimum (Max), rata-rata (Mean), dan standar deviasi (Std. Deviasi) untuk setiap variabel dan butir pernyataan.

Variabel / Indikator Penelitian N Min Max Mean Standar Deviasi
Kapasitas Manajerial (X1) - Composite 80 2.40 5.00 3.95 0.76
Butir 1: X1.1 80 1 5 3.83 0.96
Butir 2: X1.2 80 1 5 3.95 0.98
Butir 3: X1.3 80 2 5 4.06 0.82
Butir 4: X1.4 80 1 5 3.88 1.01
Butir 5: X1.5 80 2 5 4.01 0.89
Tekanan Budaya Relasional (X2) - Composite 80 1.00 5.00 2.36 1.19
Butir 1: X2.1 80 1 5 2.46 1.37
Butir 2: X2.2 80 1 5 2.30 1.34
Butir 3: X2.3 80 1 5 2.33 1.34
Butir 4: X2.4 80 1 5 2.36 1.38
Butir 5: X2.5 80 1 5 2.33 1.32
Kelemahan Tata Kelola Keuangan (X3) - Composite 80 1.00 5.00 2.61 1.09
Butir 1: X3.1 80 1 5 2.56 1.22
Butir 2: X3.2 80 1 5 2.61 1.28
Butir 3: X3.3 80 1 5 2.66 1.31
Butir 4: X3.4 80 1 5 2.58 1.26
Butir 5: X3.5 80 1 5 2.65 1.35
Kualitas Implementasi Pelaporan (Y) - Composite 80 2.40 5.00 4.07 0.74
Butir 1: Y.1 80 1 5 4.04 1.02
Butir 2: Y.2 80 1 5 3.94 1.01
Butir 3: Y.3 80 2 5 4.14 0.94
Butir 4: Y.4 80 2 5 4.08 0.92
Butir 5: Y.5 80 2 5 4.14 0.91

Tabel 2: Definisi Operasional & Butir Instrumen Penelitian

Melampirkan rincian definisi konstruk variabel penelitian beserta contoh pertanyaan/pernyataan kuesioner yang disajikan kepada responden.

Variabel Definisi Operasional Kode Butir Pernyataan / Item Kuesioner
Kapasitas Manajerial (X1) Kemampuan teknis, pemahaman regulasi, serta keahlian pengelola BUMDesa dalam menyelenggarakan administrasi dan analisis unit usaha secara mandiri. X1.1 Saya memahami dasar-dasar pencatatan transaksi keuangan BUMDesa.
X1.2 Saya mampu menyusun laporan keuangan secara mandiri.
X1.3 Saya memahami regulasi dalam pengelolaan BUMDesa.
X1.4 Saya mampu melakukan analisis kelayakan usaha.
X1.5 Saya rutin melakukan evaluasi kinerja unit usaha.
Tekanan Budaya Relasional (X2) Hambatan sosial kemasyarakatan di tingkat desa berupa konflik kepentingan, kedekatan personal kekerabatan perangkat desa, dominasi pengambilan keputusan, dan beban moral hubungan patronase. X2.1 Sering terjadi konflik kepentingan antara pengelola dan perangkat desa.
X2.2 Adanya tekanan dari keluarga/kerabat perangkat desa dalam rekrutmen pengelola.
X2.3 Sulit untuk bersikap profesional karena adanya faktor kedekatan personal.
X2.4 Pengambilan keputusan seringkali didominasi oleh salah satu pihak yang berpengaruh.
X2.5 Adanya beban moral untuk memprioritaskan kepentingan kelompok tertentu di atas kepentingan BUMDesa.
Kelemahan Tata Kelola (X3) Kelemahan sistemik administrasi internal keuangan berupa ketidaktertiban pencatatan, sistem pendokumentasian bukti transaksi yang tidak lengkap, keterlambatan pelaporan, dan lemahnya pengawasan independen. X3.1 Pencatatan transaksi belum dilakukan secara tertib dan kronologis.
X3.2 Sistem pendokumentasian bukti transaksi seringkali tidak lengkap.
X3.3 Laporan pertanggungjawaban seringkali terlambat disajikan.
X3.4 Lemahnya fungsi pengawasan internal dalam BUMDesa.
X3.5 Tidak adanya pemisahan tugas yang jelas antara fungsi pelaksana dan fungsi keuangan.
Kualitas Pelaporan (Y) Tingkat akuntabilitas keluaran pelaporan keuangan yang mencerminkan kondisi riil di lapangan, mudah dimengerti pada Musyawarah Desa (Musdes), dan dapat diverifikasi buktinya. Y.1 Laporan disajikan secara jujur dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Y.2 Informasi dalam laporan mudah dipahami oleh masyarakat luas (Musdes).
Y.3 Dana yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.
Y.4 Data yang disajikan konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.
Y.5 Laporan dapat diverifikasi kebenarannya melalui bukti-bukti yang ada.

Uji Kualitas Instrumen

Hasil pengujian Validitas (Pearson) dan Reliabilitas (Cronbach's Alpha).

Uji Kualitas Instrumen

Hasil pengujian Validitas (Pearson) dan Reliabilitas (Cronbach's Alpha).

Tabel Ringkasan Uji Kualitas Instrumen

No Variabel Penelitian Jumlah Butir Cronbach's Alpha Batas Reliabilitas Status Reliabilitas Butir Valid Butir Tidak Valid Kesimpulan
1 Kapasitas Manajerial (X1) 5 0.874 ≥ 0.60 Reliabel 5 0 Sangat Layak
2 Tekanan Budaya (X2) 5 0.929 ≥ 0.60 Reliabel 5 0 Sangat Layak
3 Kelemahan Tata Kelola (X3) 5 0.901 ≥ 0.60 Reliabel 5 0 Sangat Layak
4 Kualitas Pelaporan (Y) 5 0.823 ≥ 0.60 Reliabel 5 0 Sangat Layak

Kapasitas Manajerial (X1)

Reliabilitas (Alpha): 0.874 (Reliabel)
Butir Korelasi (r) Status
Butir 1 0.812 Valid
Butir 2 0.779 Valid
Butir 3 0.83 Valid
Butir 4 0.841 Valid
Butir 5 0.83 Valid
Interpretasi Uji Kapasitas Manajerial (X1): Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.874 menunjukkan instrumen ini Reliabel. Pada uji validitas Pearson, setiap butir pernyataan dengan nilai korelasi (r) ≥ 0.3 dinyatakan Valid dan layak digunakan.

Tekanan Budaya (X2)

Reliabilitas (Alpha): 0.929 (Reliabel)
Butir Korelasi (r) Status
Butir 1 0.825 Valid
Butir 2 0.882 Valid
Butir 3 0.909 Valid
Butir 4 0.898 Valid
Butir 5 0.904 Valid
Interpretasi Uji Tekanan Budaya (X2): Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.929 menunjukkan instrumen ini Reliabel. Pada uji validitas Pearson, setiap butir pernyataan dengan nilai korelasi (r) ≥ 0.3 dinyatakan Valid dan layak digunakan.

Kelemahan Tata Kelola (X3)

Reliabilitas (Alpha): 0.901 (Reliabel)
Butir Korelasi (r) Status
Butir 1 0.852 Valid
Butir 2 0.817 Valid
Butir 3 0.872 Valid
Butir 4 0.855 Valid
Butir 5 0.84 Valid
Interpretasi Uji Kelemahan Tata Kelola (X3): Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.901 menunjukkan instrumen ini Reliabel. Pada uji validitas Pearson, setiap butir pernyataan dengan nilai korelasi (r) ≥ 0.3 dinyatakan Valid dan layak digunakan.

Kualitas Pelaporan (Y)

Reliabilitas (Alpha): 0.823 (Reliabel)
Butir Korelasi (r) Status
Butir 1 0.809 Valid
Butir 2 0.72 Valid
Butir 3 0.731 Valid
Butir 4 0.736 Valid
Butir 5 0.836 Valid
Interpretasi Uji Kualitas Pelaporan (Y): Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.823 menunjukkan instrumen ini Reliabel. Pada uji validitas Pearson, setiap butir pernyataan dengan nilai korelasi (r) ≥ 0.3 dinyatakan Valid dan layak digunakan.

Analisis Regresi Linear Berganda

Pengaruh Kapasitas (X1), Budaya (X2), dan Tata Kelola (X3) terhadap Kualitas Pelaporan (Y).

Persamaan Regresi OLS
Y = 2.6564 + 0.4788X₁ -0.2231X₂ + 0.0173X₃ + e
Konstanta (a)
2.6564
SE: 0.4099
t-hitung: 6.4810
Sig.: 0.00000
Kapasitas X₁ (b₁)
0.4788
SE: 0.0852
t-hitung: 5.6218
Sig.: 0.00000
Budaya X₂ (b₂)
-0.2231
SE: 0.0601
t-hitung: -3.7103
Sig.: 0.00039
Tata Kelola X₃ (b₃)
0.0173
SE: 0.0654
t-hitung: 0.2646
Sig.: 0.79201
R-Squared (R²) 0.4346
F-hitung 19.4703
Sig. F (Simultan) 0.00000
Nilai $R^2$ sebesar 0.4346 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 43.46% variasi Kualitas Pelaporan. Model simultan terbukti sangat signifikan (p-value < 0.05).
Interpretasi Regresi Linear Berganda:
Persamaan regresi menunjukkan nilai konstanta (a) sebesar 2.6564.
Koefisien Kapasitas (X1) sebesar 0.4788 menunjukkan bahwa peningkatan 1 satuan kapasitas akan meningkatkan kualitas pelaporan sebesar 0.4788.
Koefisien Budaya (X2) sebesar -0.2231 berarti peningkatan 1 satuan tekanan budaya akan menurunkan kualitas pelaporan sebesar 0.2231.
Koefisien Tata Kelola (X3) sebesar 0.0173 berarti peningkatan 1 satuan kelemahan tata kelola akan menurunkan kualitas pelaporan sebesar 0.0173.
Nilai R-Squared (0.4346) mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen secara simultan memengaruhi Kualitas Pelaporan sebesar 43.46%.

Tabel 3: Hasil Regresi Linear Berganda (Parameter Parsial)

Melampirkan nilai koefisien Unstandardized B, Standard Error (SE), Standardized Beta, t-hitung, dan tingkat signifikansi p-value untuk setiap parameter.

Variabel Independen Koefisien B (Unstandardized) Standard Error (SE) Standardized Beta (Beta) Nilai t-hitung p-value (Sig.) Kesimpulan Statistik
(Konstanta) 2.6564 0.4099 - 6.4810 0.00000 Signifikan (p < 0.05)
Kapasitas Manajerial (X1) 0.4788 0.0852 0.4960 5.6218 0.00000 Signifikan (H2 Didukung)
Tekanan Budaya Relasional (X2) -0.2231 0.0601 -0.3611 -3.7103 0.00039 Signifikan (H3 Didukung)
Kelemahan Tata Kelola (X3) 0.0173 0.0654 0.0256 0.2646 0.79201 Tidak Signifikan
📂 Klik di Sini untuk Menampilkan Rincian Langkah Perhitungan Matematis OLS (Step-by-Step)

Penyelesaian parameter estimasi regresi berganda dihitung secara internal menggunakan operasi matriks OLS:

$\mathbf{b} = (\mathbf{X}^T \mathbf{X})^{-1} \mathbf{X}^T \mathbf{y}$
1. Matriks $\mathbf{X}^T \mathbf{X}$ (Ukuran 4x4)

Merepresentasikan jumlahan kuadrat dan perkalian silang variabel independen:

80.000 315.600 188.400 209.000
315.600 1,291.040 729.240 814.200
188.400 729.240 556.000 537.880
209.000 814.200 537.880 639.560
2. Matriks Invers $(\mathbf{X}^T \mathbf{X})^{-1}$ (Ukuran 4x4)

Digunakan untuk memecahkan sistem linear koefisien:

0.5268 -0.0987 -0.0218 -0.0281
-0.0987 0.0227 0.0023 0.0014
-0.0218 0.0023 0.0113 -0.0053
-0.0281 0.0014 -0.0053 0.0134
3. Vektor $\mathbf{X}^T \mathbf{y}$ (Ukuran 4x1)

Perkalian silang variabel independen dengan dependen:

325.200
1,307.880
734.880
836.080
4. Penguraian Variabilitas (Analysis of Variance / ANOVA Regresi):
Sumber Variasi Sum of Squares (SS) Degrees of Freedom (df) Mean Square (MS) F-hitung
Regression (Model) 18.6265 3 6.2088 19.4703
Residual (Error) 24.2355 76 0.3189
Total (SSTot) 42.8620 79 -
Catatan Rumus Perhitungan:
• Standard Error Koefisien $SE(b_i) = \sqrt{MS_{Res} \times (\mathbf{X}^T \mathbf{X})^{-1}_{ii}}$
• Nilai t-hitung Parsial $t_i = \frac{b_i}{SE(b_i)}$
• Nilai F-hitung Simultan $F = \frac{MS_{Reg}}{MS_{Res}}$
• p-value diperoleh secara numerik menggunakan pecahan berlanjut fungsi logaritma Gamma & CDF Incomplete Beta untuk hasil presisi tinggi.

Uji Asumsi Klasik

Prasyarat regresi OLS (Normalitas, Multikolinearitas, Heteroskedastisitas).

Uji Normalitas

Metode Statistik Kriteria Kesimpulan
Jarque-Bera 2.051 < 5.99 Normal
* Nilai JB < 5.99 mengindikasikan bahwa residual terdistribusi secara normal.

Uji Multikolinearitas

Variabel VIF Kriteria Kesimpulan
X1 1.046 < 10 Bebas
X2 1.273 < 10
X3 1.256 < 10
* Nilai VIF < 10 menunjukkan tidak adanya gejala multikolinearitas antar variabel.

Uji Heteroskedastisitas

Variabel |t-hit| Kriteria Kesimpulan
X1 1.69 < 2.0 Bebas
X2 1.536 < 2.0
X3 0.583 < 2.0
* Uji Glejser. Nilai mutlak t-hitung < 2.0 (t-tabel) menunjukkan bebas heteroskedastisitas.

Uji Hipotesis Penelitian

Evaluasi rumusan hipotesis (H1-H4) berdasarkan arah dan signifikansi hasil statistik.

Kode Rumusan Hipotesis Arah Hasil Regresi Parsial / Simultan Kesimpulan Hipotesis
H1 Kapasitas manajerial pengelola, tekanan budaya relasional lokal, dan kelemahan tata kelola keuangan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas implementasi pelaporan keuangan BUMDesa. Simultan F = 19.4703
Sig. F = 0.00000
Terdukung (Signifikan)
H2 Kapasitas manajerial pengelola berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas implementasi pelaporan keuangan BUMDesa. Positif b₁ = 0.4788
Sig. t = 0.00000
Terdukung (Signifikan)
H3 Tekanan budaya relasional lokal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas implementasi pelaporan keuangan BUMDesa. Negatif b₂ = -0.2231
Sig. t = 0.00039
Terdukung (Signifikan)
H4 Kelemahan tata kelola keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas implementasi pelaporan keuangan BUMDesa. Negatif b₃ = 0.0173
Sig. t = 0.79201
Tidak Terdukung
Interpretasi Uji Hipotesis (Berdasarkan Nilai-p & Signifikansi Statistik):

💡 Diskusi Temuan Kualitatif: Analisis Pengaruh Budaya Relasional (X2) & Tata Kelola (X3)

Berdasarkan hasil regresi saat ini, pengaruh Tekanan Budaya Relasional (X2) adalah $b_2 = -0.2231$ dengan signifikansi $p = 0.00039$ (Signifikan), sedangkan pengaruh Kelemahan Tata Kelola (X3) adalah $b_3 = 0.0173$ dengan signifikansi $p = 0.79201$ (Tidak Signifikan). Dinamika hubungan ini dianalisis lebih lanjut menggunakan temuan kualitatif di desa:

Hubungan Relasional Sosial Pedesaan

Relasi kekeluargaan di pedesaan sering berfungsi ganda. Di satu sisi, relasi yang terlalu erat dapat menimbulkan konflik kepentingan. Namun, di sisi lain, budaya gotong royong dan keterbukaan sosial desa memfasilitasi komunikasi informal yang efektif untuk menyelesaikan kendala administrasi pembukuan tanpa terhambat kekakuan prosedur birokrasi.

Standarisasi & Antisipasi Tata Kelola

Pengelola BUMDesa yang memiliki kapasitas tinggi cenderung mampu mengantisipasi kelemahan tata kelola internal. Standardisasi prosedur pembukuan yang mulai diperkenalkan oleh pendamping desa membantu meminimalkan dampak buruk dari kelemahan fungsi kontrol internal sehingga menjaga kualitas implementasi pelaporan keuangan.

💬 Catatan Temuan Kualitatif Responden (Ekstraksi Kuesioner):
"Budaya kekeluargaan di desa justru membantu mempercepat pengambilan keputusan gotong royong jika ada masalah administrasi keuangan."
"Masyarakat desa aktif mengawasi secara sosial, sehingga tuntutan transparansi relasional justru memaksa pengelola untuk melaporkan dana secara jujur."